Logo SantriDigital

sabar

Khutbah Jumat
K
KHOIRUL NGIBAD
29 April 2026 3 menit baca 0 views

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ...

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Setiap hela napas yang kita hirup, setiap detak jantung yang berirama, adalah anugerah terindah dari Sang Pencipta. Namun, seringkali dalam kesibukan duniawi, kita lupa. Lupa menghitung nikmat, lupa merenungi ujian, lupa akan hakikat diri kita sebagai hamba yang lemah di hadapan-Nya. Hari ini, mari kita renungi bersama sebuah sifat mulia yang menjadi kunci kebahagiaan dunia dan akhirat: kesabaran. Sabar, sebuah ujian yang datang dalam berbagai bentuk, namun selalu membawa hikmah yang tak terduga. Lihatlah diri kita, betapa seringnya kita mengeluh ketika ujian datang menyapa. Ketika rezeki terasa sempit, ketika musibah menimpa, ketika rintangan menghadang. Kata-kata keluhan terucap, hati mulai resah, keyakinan goyah. Padahal, tahukah kita, bahwa di setiap ujian itu terdapat cinta Allah yang terselubung? Allah ingin melihat sejauh mana ketawakalan kita, sejauh mana kekuatan iman kita. Sebagaimana firman-Nya yang mulia: "Dan sungguh, akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 155) Sungguh, sebuah kabar gembira yang dijanjikan bagi mereka yang memiliki kesabaran. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Kesabaran bukanlah berarti pasrah tanpa usaha. Bukan pula berarti diam tanpa perlawanan. Sabar adalah kekuatan jiwa yang memampukan kita untuk tetap teguh pendirian, tetap menjaga kehormatan diri, tetap melakukan yang terbaik semampu kita, namun dengan hati yang sadar bahwa hasilnya sepenuhnya di tangan Allah. Ia adalah penyerahan diri yang total, namun disertai ikhtiar yang sungguh-sungguh. Dalam sebuah hadits qudsi, Allah Subhanallahu Wa Ta'ala berfirman: "Tidak ada balasan lain bagi hamba-Ku yang beriman kepada-Ku, jika Aku mengambil kekasihnya (orang yang dicintai) dari ahli dunia, lalu ia menjalaninya (ujian itu) dengan ikhlas mengharap ridha-Ku, kecuali surga." (HR. Bukhari) Bayangkan, sebuah balasan yang begitu agung, hanya karena kita mampu menahan diri, mampu meredam gejolak jiwa dalam menghadapi kehilangan. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Kesabaran juga mencakup sabar dalam ketaatan kepada Allah. Betapa banyak dari kita yang merasa berat untuk melaksanakan perintah-Nya. Puasa terasa menyiksa, shalat terasa membebani, membaca Al-Qur'an terasa membosankan. Ini adalah ujian kesabaran yang halus namun sangat nyata. Allah memerintahkan kita untuk mengendalikan hawa nafsu, untuk tunduk pada aturan-Nya, bahkan ketika itu terasa sulit. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba, niscaya akan ditimpakan musibah kepadanya." (HR. Tirmidzi) Artinya, musibah yang menimpa kita bisa jadi adalah tanda cinta Allah, sebuah cara untuk membersihkan diri, meninggikan derajat, dan mempersiapkan kita untuk balasan yang lebih baik. Maka, sambutlah ujian itu dengan senyuman, bukan dengan keluhan. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Dan yang terakhir, kesabaran adalah menahan diri dari perbuatan dosa. Di setiap sudut kehidupan, godaan maksiat selalu mengintai. Bisikan syaitan, rayuan dunia, hingga hawa nafsu yang membahayakan. Mampu menahan diri dari jurang kenistaan, sanggup menolak ajakan keburukan, itu adalah puncak kesabaran yang paling mulia. Di saat itulah kita benar-benar menjadi hamba Allah yang sejati. Allah berfirman: "Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'." (QS. Al-Baqarah: 45) Shalat mengajarkan kita kedekatan dengan Allah, agar kita merasa diawasi, agar kita malu berbuat maksiat. Kesabaran mengajarkan kita kekuatan untuk berkata "tidak" pada keburukan. Maka, wahai saudaraku... dengarkanlah panggilan hati itu. Dengarkanlah bisikan jiwa yang merindukan ketenangan. Mari kita bersabar. Bersabar dalam ketaatan, bersabar dalam menghadapi ujian, bersabar menahan diri dari dosa. Biarkan kesabaran ini menjadi kendaraan yang membawa kita menuju ridha Allah. Biarkan kesabaran ini menjadi cahaya yang menerangi kegelapan hati kita. Biarkan kesabaran ini menjadi bekal terindah untuk menghadap Sang Khaliq. Tatkala lisan ini tak mampu lagi berucap, tatkala raga ini telah terbaring di pusara, semoga kesabaran yang telah kita pupuk menjadi saksi bahwa kita adalah hamba-Nya yang mencintai-Nya. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →